Rabu, 27 April 2016

Kesalahan-Kesalahan dalam Membangun Backlink

Backlink atau link balik merupakan salah satu kekuatan besar yang dibutuhkan seorang praktisi SEO. Mengapa? Karena hingga saat ini backlink masih menjadi salah satu sinyal yang digunakan oleh Google dalam menentukan peringkat suatu website ataupun blog. Uniknya, algoritma Google terus melakukan peningkatan agar hasil pencarian semakin manusiawi. Oleh sebab itu, manakala Anda membangun suatu backlink dengan salah, maka dampaknya amat sangat besar. Untuk itu, dalam artikel kali ini Anda akan diajak untuk mengetahui apa saja kesalahan-kesalahan dalam membangun backlink, sehingga nantinya bisa dijadikan bahan pelajaran.



Kesalahan-Kesalahan dalam Membangun Backlink

  • 1. Cita rasa spam

Perlu diingat, “SPAM” adalah satu kata berjuta makna yang hakikatnya 100 persen dibenci oleh Google. Meskipun Anda melihat sekarang ada website yang tumbuh dengan backlink yang bernilai spam, tetap saja cepat atau lambat Google akan menggaruknya.

Indikasi suatu backlink dapat dinilai sebagai hasil spam sangatlah banyak. Bahkan backlink yang dibuat secara sengaja oleh diri Kita sendiri, misalnya saja dengan berternak web 2.0, lalu Kita isi sendiri artikelnya dan Kita submit backlinknya merupakan bentuk dari spam yang nyata. Namun karena diramu dengan apik, tanpa terlalu banyak footprint, backlink tersebut menjadi terlihat natural. Oleh sebab itu, banyak praktisi SEO yang mengatakan bahwa jika ingin membangun backlink, maka buatlah senatural mungkin.

Lalu bagaimana backlink yang benar-benar natural? Backlink natural tercipta oleh orang lain, bukan Kita atau pihak yang berhubungan dengan situs Kita. Contoh saja, misalnya Anda membuat artikel mengenai jenis-jenis mobil. Setelah itu ada situs berita yang menerangkan soal mobil, lalu merekomendasikan para pembaca untuk mengunjungi artikel Anda dengan menaruh link di dalam konten Mereka. Link inilah yang akan menjadi backlink, entah itu nofollow maupun dofollow.

  • 2. Anchor text yang sama

Kesalahan membangun backlink selanjutnya yang sering dilakukan dan berdampak buruk pada website adalah anchor text yang sama, sehingga memunculkan footprint yang dapat dibaca oleh algoritma. Contoh saja, misalnya kata kunci yang Anda bidik adalah “sepatu kasual”. Manakala Anda membangun backlink dengan kata tersebut disemua backlink yang Anda buat dengan jumlah yang sangat banyak, maka Google cepat atau lambat akan menyatakan bahwa backlink tersebut tidak sehat, dibuat-buat, tidak natural, hingga muncul yang namanya pinalti.

Oleh sebab itu, ada baiknya dalam membangun baclink, buat variasi anchor text. Misalnya beberapa persen menggunakan kata kunci yang dibidik, sebagian lainnya menggunakan naked url atau url langsung, sebagian lainnya menggunakan longtail keyword dan lain sebagainya. Semakin bervariasi, maka semakin terlihat natural backlink Anda tersebut, meskipun power dari backlinknya tidak akan terasa dengan cepat.

  • 3. Kurangnya konsistensi

Sebagian pemula beranggapan bahwa dengan menggunakan beberapa puluh backlink saja bisa membuat websitenya menang dalam kata kunci dengan pencarian dan kompetitor yang besar. Hal ini bisa jadi benar, manakala backlinknya benar-benar berkualitas. Meskipun ada lagi aspek-aspek lainnya, seperti waktu indeks backlink dan kualitas backlink kompetitor.

Dengan pemikiran yang dangkal tersebut membuat para pemula menjadi malas dalam mencari backlink, sehingga yang harusnya konsisten, semisal sehari beberapa backlink atau seminggu atau sebulan sekali, menjadi nol. Padahal alpha dalam membangun backlink bisa mengindikasikan bahwa backlink yang dibuat bercita rasa spam. Logikanya, Google akan melihat, mana mungkin suatu website pada suatu waktu mendapatkan backlink secara konsisten dan besar, lalu tiba-tiba tidak mendapatkannya lagi, bahkan hilang backlink-backlink sebelumnya.


Dengan mengetahui 3 kesalahan dalam membangun backlink di atas, sudah sepantasnya Anda berhati-hati dalam membangun link balik. Eksternal link building masih hidup dan mungkin akan terus bertahan. Yang berbeda dari waktu ke waktu adalah penilaian Google akan backlink tersebut.